PROTOKOL KESEHATAN DALAM MASA PANDEMI COVID-19

PROTOKOL KESEHATAN

DALAM MASA PANDEMI COVID-19

 

Oleh Purwono &

  Daldiri

 

Pandemi Covid-19 tampaknya belum menunjukkan penurunan. Hal ini diindikasikan pada peningkatan terkonfirmasi posititf Covid-19 dan menyebar di berbagai daerah. Meskipun kapanewon Girimulyo dan Kalibawang hingga saat ini tidak ditemukan kasus terkonfirmasi positif (lihat tabel 1). Meskipun demikian, kiranya perlu meningkatkan kewaspadaan yang tinggi. Hal ini didorong oleh keadaan kawasan sekitar dengan kasus Covid-19 terkonfirmasi positif. Juga didorong oleh trafik pergerakan pelaku perjalanan di wilayah kapanewon Girimulyo tergolong tinggi (lihat tabel 2).

COVID-19 KULON PROGO PER KAPANEWON

 

PER 25 AGUSTUS 2020

 

               

NO

KAPANEWON

ODP

PDP

POSITIF

 

KOMU LATIF

PEMAN TAUAN

KOMU LATIF

PENGA WASAN

KOMU LATIF

DIRA WAT

 

1

WATES

211

1

10

0

7

1

 

2

PANJATAN

263

1

4

1

3

0

 

3

GALUR

83

1

6

1

5

4

 

4

LENDAH

186

4

18

1

16

6

 

5

SENTOLO

173

2

23

0

16

8

 

6

PENGASIH

123

4

23

3

6

2

 

7

KOKAP

194

0

4

0

1

1

 

8

GIRIMULYO

100

0

7

0

0

0

 

9

NANGGULAN

116

1

16

0

3

1

 

10

SAMIGALUH

203

4

7

1

1

0

 

11

KALIBAWANG

91

0

10

0

0

0

 

 

KULON PROGO

1935

18

141

9

68

30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: https://kulonprogokab.go.id/corona

                                   

 

Memperhatikan keadaan-keadaan tersebut, Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kapanewon Girimulyo, di samping menyelenggarakan rapat-rapat koordinatif untuk kepentingan analisa, evaluasi dan penyiapan kebijakan, juga telah mempersiapkan langkah-langkah ansitipatif antara lain seperti:

  1. Mendorong Penataan Prosedur Operasional Pelayanan Publik;
  2. Mendorong Pengembangan Reservasi Online;
  3. Membentuk Posko Terpadu;
  4. Melakukan Visitasi Protokol Kesehatan;
  5. Menyelenggarakan Penyemprotan disinvektan secara berkala;
  6. Menyelenggarakan Kampanye Disiplin Protokol Kesehatan.

Mendasarkan pada Peraturan Bupati nomor 43/2020 tentang Pedoman Tata Kerja ASN dalam Tatanan Normal Baru pada Masa Pandemi Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah dan nomor 44/2020 tentang Pedoman Tatanan Kehidupan Baru pada Masa Pandemi Covid-19, bahwa segenap unsur masyarakat, mulai dari masyarakat umum, ASN, penanggungjawab kegiatan, dan pemilik/pengelola usaha wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Rapat Koordinasi Gugus Tugas Covid-19

Mengacu pada pengertian dalam UU nomor 9/2010 tentang Keprotokolan, maka protokol kesehatan dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam suatu acara yang meliputi penataan tempat dan jalannya kegiatansesuai dengan kaidah-kaidah kesehatan khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan Covid-19, baik bagi pengunjung maupun bagi tuan rumah. Pada tempat-tempat yang memiliki karakter khusus seperti peternakan, objek wisata, pemandian, dan sebagainya perlu dilengkapi dengan fasilitas keamanan dan kesehatan kerja. Jadi pengamanan untuk semuanya.

Oleh karena itu, semua instansi penyelenggara layanan publik, tempat-tempat ibadah, dan tempat-tempat usaha, termasuk pengelola perparkiran yang menjadi tujuan banyak orang diharapkan untuk:

  1. Menyediakan petugas khusus setidaknya dua orang untuk memandu dan mengawasi penerapan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari awal hingga akhir.
  2. Menyediakan perlengkapan protokol kesehatan dan menempatkannya sesuai dengan alur kegiatan/tempat, seperti wastafel, sabun cair (atau hand sanitizer), thermogun, pengaturan jarak fisik (1-1,5 m), pengaturan antrian, pengaturan transaksi untuk menghindari kontak fisik, termasuk pengaturan di ruang parkir.
  3. Melakukan pengaturan arus masuk dan keluar pada pintu yang berbeda;
  4. Membatasi durasi layanan / transaksi / kunjungan;
  5. Menyiapkan ruang khusus untuk tamu atau ruang khusus / darurat untuk isolasi sementara bagi pegawai / tamu mendadak sakit yang diduga positif Covid-19;
  6. Melakukan pembersihan/ pemeliharaan secara berkala pada fasilitas / peralatan kantor yang digunakan secara bersama dan fasilitas umum lainnya;
  7. Menyediakan sekat transparan / tembus pandang/ kaca pelindung/ pelindung wajah (faceshield);
  8. Menyiapkan tempat ibadah, WC umum dan tempat khusus merokok, serta petunjuk-petunjuk arah;
  9. Tidak menyediakan perlengkapan atau propertipribadi termasuk dalam hal peribadatan.

Di samping ketentuan-ketentuan tersebut bagi instansi penyelenggara layanan publik, tempat-tempat ibadah, dan tempat-tempat usaha atau transaksi diharapkan dapat melengkapi administrasi perijinan umum maupun khusus. Yang dimaksud perijinan khusus ialah kegiatan-kegiatan temporal yang berdiri sendiri atau integral dalam misi atau kegiatan dengan perijinan yang tetap, seperti atraksi seni budaya, event olahraga dan lain sebagainya. Adapun perijinan yang dimaksudkan ialah: pengajuan permohonan ijin kepada Kapolsek, dilengkapi dengan surat rekomendasi dari Kepala UPTD Puskesmas dan dari Ketua Gugus  Tugas Penanganan Covid-19 yang berkedudukan di Kapanewon.

Selanjutnya, kepada tamu atau pengunjung, juga segenap karyawan dan mitra kerja yang datang pergi, diharapkan:

  1. Wajib mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, mengenakan masker, cek suhu badan, melapor atau mengisi buku tamu atau melakukan transaksi;
  2. Apabila suhu tubuh terdeteksi > 37,5 , maka tidak diperkenankan memasuki area tempat layanan/transaksi dan dianjurkan segera memeriksakan kondisi tubuh ke fasilitas kesehatan;
  3. Masuk dan keluar ruang layanan/transaksi melalui pintu berbeda yang sudah ditentukan;
  4. Hindari kontak langsung dengan petugas, menempatkan diri pada tempat yang sudah ditentukan dan tidak menggeser atau menukar tempat;
  5. Menghindari kerumunan dan menjaga jarak fisik (1-1,5 m), serta mematuhi durasi kunjungan;
  6. Tamu yang membawa barang kiriman/ dokumen, harap menyerahkan kepada petugas untuk dilakukan proses sterilisasi.
  7. Menyiapkan perlengkapan kebutuhan pribadi, termasuk perlengkapan atau properti ibadah;
  8. Senantiasa menjaga ketertiban dan kebersihan;

Mengindahkan petunjuk arah.